Minggu, 26 Juli 2009

ali bin abi tholib

Khalifah keempat (terakhir) dari al-Khulafa’ ar-Rasyidun (empat khalifah besar); orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak; sepupu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang kemudian menjadi menantunya. Ayahnya, Abu Talib bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abd Manaf, adalah kakak kandung ayah Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam, Abdullah bin Abdul Muttalib. Ibunya bernama Fatimah binti As’ad bin Hasyim bin Abd Manaf. Sewaktu lahir ia diberi nama Haidarah oleh ibunya. Nama itu kemudian diganti ayahnya dengan Ali.

Ketika berusia 6 tahun, ia diambil sebagai anak asuh oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam, sebagaimana Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam pernah diasuh oleh yahnya. ada waktu Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam diangkat menjadi rasul, Ali baru menginjak usia 8 tahun. Ia adalah orang kedua yang menerima dakwah Islam, setelah Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Sejak itu ia
selalu bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, taat kepadanya, dan banyak menyaksikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menerima wahyu. Sebagai anak asuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, ia banyak menimba ilmu mengenai rahasia ketuhanan maupun segala persoalan keagamaan secara teoretis dan praktis.

Sewaktu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar as-Siddiq, Ali diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan tidur di tempat tidurnya. Ini dimaksudkan untuk memperdaya kaum Kuraisy, supaya mereka menyangka bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam masih berada di rumahnya. Ketika itu kaum quraisy merencanakan untuk membunuh Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Ali juga ditugaskan untuk mengembalikan sejumlah barang
titipan kepada pemilik masing-masing. Ali mampu melaksanakan tugas yang penuh resiko itu dengan sebaik-baiknya tanpa sedikit pun merasa takut. Dengan cara itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan Abu Bakar selamat meninggalkan kota Mekah tanpa diketahui oleh kaum Kuraisy.
(lagi…)

Kategori: Khulafur Rasyidin
Ditandai: , , , , ,

Utsman Bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu

April 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Nama lengkapnya adalah ‘Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al Umawy al Qurasy, pada masa Jahiliyah ia dipanggil dengan Abu ‘Amr dan pada masa Islam nama julukannya (kunyah) adalah Abu ‘Abdillah. Dan juga ia digelari dengan sebutan “Dzunnuraini”, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Ibunya bernama Arwa’ bin Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin ‘Abdi Syams yang kemudian menganut Islam yang baik dan teguh.

Keutamaannya

Imam Muslim telah meriwayatkan dari ‘Aisyah, seraya berkata,” Pada suatu hari Rasulullah sedang duduk dimana paha beliau terbuka, maka Abu Bakar meminta izin kepada beliau untuk menutupinya dan beliau mengizinkannya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka). Kemudian Umar minta izin untuk menutupinya dan beliau mengizinkannnya, lalu paha beliau tetap dalam keadaan semula (terbuka), ketika Utsman meminta izin kepada beliau, amaka beliau melepaskan pakaiannya (untuk menutupi paha terbuka). Ketika mereka telah pergi, maka aku (Aisyah) bertanya,”Wahai Rasulullah, Abu Bakar dan Umar telah meminta izin kepadamu untuk menutupinya dan engkau mengizinkan keduanya, tetapi engkau tetap berada dalam keadaan semula (membiarkan pahamu terbuka), sedangkan ketika Utsman meminta izin kepadamu, maka engkau melepaskan pakainanmu (dipakai untuk menutupinya). Maka Rasulullah menjawab,” Wahai Aisyah, Bagaimana aku tidak merasa malu dari seseorang yang malaikat saja merasa malu kepadanya”.
(lagi…)

Kategori: Khulafur Rasyidin
Ditandai: , , , , ,

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

April 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kategori: Sirah Nabawiyah

Raja Fahd Bin Abdul Aziz

April 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Berpulangnya Penjaga Dua Kota Suci
Penulis: Ustadz Ali Musri Semjan Putra

Segala puji bagi Allah yang di tanganNya seluruh kekuasaan, bila Dia berkehendak tiada seorang pun dari makhluk yang bisa menolaknya. Shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah menyuruh kita untuk bersabar tatkala ditimpa musibah, berkata Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Tiada musibah yang lebih besar dari Kematian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian besar kecilnya suatu musibah yang menimpa umat diukur dengan besar kecilnya perjuangan yang dilakukan seseorang tersebut untuk agama dan umatnya.” Disebutkan dalam sebuah peribahasa: “Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan jasa.”

Pada hari senin tanggal 1 Agustus 2005 umat Islam telah kehilangan seorang yang menjadi kebanggaan mereka, yang telah berjasa dalam memperjuangkan agama dengan segala usaha dan upaya, satu satunya penguasa di dunia saat ini yang menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai dasar dan pandangan hidup bernegaranya serta menjadikan tujuan kekuasaannya untuk tegaknya bendera tauhid di seluruh pelosok penjuru dunia. Semoga Allah menempatkan arwah beliau di tempat yang layak di sisiNya. Amiin. (lagi…)

Kategori: Lainnya
Ditandai: , , ,

Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu ‘anhu

April 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Apa Sebabnya Anda Menangis, Hai Abu Muhammad….?

Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram,terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempatketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpai hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Anginyang bertiup menyebabkan gumpalan debu kuning dari butiran-butiran sahara yang lunak, terbawa menghampiri pintu-pintu kota, dan berhembus dengan kuatnya di jalan-jalan rayanya.
(lagi…)

Kategori: Shahabat
Ditandai: , , ,

Abdurrahman Bin Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu

April 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pahlawan Sampai Saat Terakhir

Ia merupakan lukisan nyata tentang kepribadian Arab dengan segala kedalaman dan kejauhannya …. Sementara bapaknya adalah orang yang mula pertama beriman, dan “Shiddiq” yang memiliki corak keimanan yang tiada taranya terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta orang kedua ketika mereka berada dalam gua.

Tetapi Abdurrahman termasuk salah seorang yang keras laksana batu karang menyatu menjadi satu, senyawa dengitn Agama nenek moyangnya dan berhala-berhala Quraisy ..! (lagi…)

Kategori: Shahabat
Ditandai: , , , ,

Inilah Syiah II

April 2, 2008 · 6 Komentar

Baca Bantahan Terhadap Syubhat Quburiyun, Klik File Dibawah Ini ..

Inilah Para Kuburiyun..

ya_inilah_mereka_para_kuburiyyun

Para Kuburiyun Sedang Khuyu’ Berdo’a..

para_kuburiyyun_sedang_khusu_berdoa

Sujud Di Depan Kuburan

lagi2_sujud_di_depan_kuburan

Kuburan Imam Khomeini..

kuburan_imam_khomeni

Belajar Amalan Bid’ah Sejak Dini..

belajar_amalan_bidah_sejak_dini

Gambar Imam Ali Bin Abi Thalib…Dimana Sang Pelukis Pernah Melihatnya?

gambar ali bin abi thalib

Imam Ali Dan 11 Imam Syiah

Tulisan yang di tengah atas berarti: “Wahai Ali kami memohon bantuanmu.”
Mereka meminta dan berdoa pada Ali, padahal kita diperintahkan berdoa hanya kepada Allah Semata.

imam_ali_dan_11_imam_syiah

Gambar Imam Hussein.

Dengan Pertanyaan Yang Sama..Dimana Sang Pelukis Pernah Melihatnya?

gambar_imam_al_husein

Ayatollah Khamene’i Sedang Shalat Di Depan Ayatollah Khomeini

Ayatollah Khamene’i Sholat di depan kubur Ayatollah Khomeini

Kiblat Mereka Adalah Kuburan

- Anak Panah yang menunjuk ke kiri menunjuk ke arah mimbar dan arah kiblat.
- Anak panah yang menunjuk ke kanan menunjuk ke arah kuburan.
Kita lihat orang-orang yang tampak di foto menghadapkan wajahnya ke kuburan dan membelakangi kiblat, nampaknya menghadap Kuburan lebih baik untuk beribadah dibanding menghadap kiblat.

kiblat_mereka_adalah_kuburan

Tempat Persembunyian Imam Mahdi

Coba perhatikan, kalaupun tempat ini benar merupakan tempat persembunyian Imam Mahdi.Tempat ini sangatlah mudah untuk dimasuki dan dibuka pintunya.
Mengapa Kaum Syiah tidak ada satupun yang ber “ikhtiar” mengeluarkan Imam Mahdi dari persembunyiannya?
Mengapa mereka hanya berdoa dan berdoa tanpa usaha?
Sedangkan kita tahu bahwa doa pun memerlukan usaha dari manusia.

T4 persembunyian imam mahdi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar